Duapuluh empat model profesional dari New York, tampil elegan membawakan empat puluh delapan koleksi busana muslim terbaru dari desainer muslim Indonesia, Anniesa Hasibuan. Para model mengenakan hijab yang dipadukan dengan berbagai asesoris seperti sarung tangan, outer wear dan lainnya. Ini adalah penampilan kedua dari karya-karya Anniesa dalam New York Fashion Week - The Shows, setelah tahun lalu Anniesa terpilih untuk menjadi desainer fashion muslim pertama yang lolos seleksi dan mampu mendobrak pasar industri fashion kota ini khusus untuk busana muslim.

Pada show kali ini Anniesa mengusung tema Drama, the elegance of touch and beauty (Drama, sentuhan dan keindahan yang elegan). Setiap koleksi yang ditampilkan menunjukkan perasaan wanita dalam menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari yang penuh drama. “Ini filosofi tentang wanita yang mempunyai berbagai perasaan seperti bahagia, sensitif, senang atau sedih namun dibalik kelemahannya tetap tegar dan mampu menghadapinya dengan elegan. Secara pribadi aku juga seperti itu. Lebih ke feeling perempuan”, penjelasan Anniesa saat persiapan menuju gedung pertunjukan The Skylight Clarkson Square, di Manhattan, New York. "Semuanya pengalaman baru bagi saya dan berbeda terutama untuk rambut karena menggunakan hijab. Saya sangat excited. Koleksi baju-bajunya sangat indah," menurut Carlton Woodwock, salah satu model untuk show ini.


Berbekal pengalaman tahun lalu, terlihat kalau persiapan untuk show kali ini jauh lebih baik. “Persiapan yang sekarang memang lebih enak, lebih matang dan mempunyai waktu sekitar empat bulan. Mudah-mudahan show ini mendapatkan respons yang bagus seperti pertama kali”, ujar Andika Surachman, eksekutif produser dari AH Production, yang juga suami dari Anniesa. “Untuk kedepan, kita akan mencoba terus konsisten berkarya dengan show-show seperti ini”, tambah Andika.

Para tamu hadir memenuhi ruangan fashion show yang dikemas dalam panggung pertunjukan bertaraf internasional. Mereka adalah para pengamat fashion, pelaku bisnis fashion, majalah fashion, blogger, talent agency, hingga para selebriti fashion. Dibandingkan dengan show tahun lalu, kali ini jumlah media jauh lebih banyak, hal ini disebabkan karena nama Anniesa sudah mulai dikenal di kalangan industri fashion di kota New York ini. 

Tepukan meriah mengakhiri pertunjukan. “Karya Anniesa bagus sekali, sangat cocok dengan industri mode di New York. Saya sangat menyukai setiap detilnya”, kata Moesrah Fatimah, fashionista dari New Jersey. “Saya memang turun langsung mulai dari membuat konsep, membuat sketsa, memilih kain dan seleksi model”, tambah Anniesa.


Selain dominasi busana berwarna emas, perak, hitam dan putih, make up  juga menjadi unsur penting dalam penampilan ini. “Untuk menampilkan wajah wanita yang penuh inspirasi dan berkarakter sesuai tema, saya mengambil warna terakota ke arah gold, terutama menguatkan karakter di bagian mata”, kata Carolina Septerita, director make up dari Wardah Beauty yang juga sibuk merias dan memasangkan hijab kepada para model yang sebagian belum pernah memakai hijab.

Bagi industri fashion, New York dan Paris merupakan dua kutub trend mode dan fashion yang menjadi panutan dunia. The NYFW sebanding dengan Paris Fashion Week dimana para desainer yang lolos seleksi dan tampil akan mendapatkan sorotan dunia. “Saya berusaha melakukan yang terbaik, bukan hanya di New York tapi juga disetiap event fashion dimanapun. Tidak mudah membuat karya yang disukai banyak orang, berani siap tempur dan menerima berbagai kritikan”, kata Anniesa yang akan menjual koleksi busananya di Indonesia Fashion Gallery (IFG) New York. Seluruh karya Anniesa adalah hand made dengan menggunakan teknik pembuatan yang sangat detil.

Yang juga menarik adalah Anniesa memilih para model yang sebagian besar adalah para imigran dari berbagai negara yang berbeda dan meniti karir sebagai model professional. Ada yang berasal dari China, Turki dan negara-negara dibelahan Afrika dan Eropa. Anniesa ingin menyampaikan pesan Fashion for peace dengan keberagaman bangsa tetap dapat bersatu. "Saya ingin menunjukkan kalau fashion itu sangat universal dan kita dapat bersatu, selaras dan hidup dengan damai", begitu pesan yang ingin disampaikan Anniesa menutup wawancara.

Untuk sementara ini, Anniesa belum mempunyai rencana mempunyai butik sendiri, tapi terus melakukan penjajakan dengan beberapa toko dan retailer di New York seperti Bloomingdales. 

Reporter - Maya  / New York

Foto - Afida Sukma